wisata

Piknik Gratis Yuk ke Museum Besalen Koripan di Polanharjo Klaten, Mengenal Sejarah Industri Pande Besi dan Rekam Jejak Para Pembuat Keris

Senin, 15 September 2025 | 10:57 WIB
Museum Besalen Koripan yang berlokasi di Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Portaloka.id/Wulan Kurnia Putri)

Museum Besalen Koripan yang berlokasi di Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Portaloka.id/Wulan Kurnia Putri)

Museum Besalen Koripan hanya buka lima hari sekali di pasaran legi dalam kalender Jawa.

Tempat ini buka mulai pukul 9 pagi hingga 2 siang.

Baca Juga: Menikmati Es Krim Jadul di Es Puter Pak Sis Solo, Ada 16 Varian Rasa Harga Murce Cuma Mulai Rp 6.500 Saja, Gratis Minta Tambah Topping!

Meski demikian, kalau Anda ingin belajar dan datang ke Museum Besalen Koripan tidak dikenai biaya alias gratis.

"Bukanya pasaran Jawa hari legi, jadi bukanya hari tiap pasaran legi mulai jam 9-2 siang."

Museum Besalen Koripan yang berlokasi di Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Portaloka.id/Wulan Kurnia Putri)

"Museum ini free, sebagai tempat pembelajaran untuk generasi muda khususnya masyarakat Desa Koripan, kalau di Kranggan sebagai tempat pande besi paling besar," ucap Gunawan Budi Utomo.

Salah satu pengunjung asal Solo, Putri Paradila mengaku terkesan dan senang saat berkunjung di Museum Besalen Koripan.

Baca Juga: Berenang di Kolam Renang Tepi Sawah, HTM Rp 10 Ribu di Candramaya Pool and Resort Klaten, Bisa Lihat Pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu

Dengan adanya museum ini, para pengunjung terutama generasi muda bisa belajar sekaligus mengenal sejarah industri pande besi manual di wilayah Koripan.

"Penting banget dilestarikan, karena generasi muda harus aware bahwa warisan budaya tak benda ini harus dilestarikan."

"Ke sini dapat ilmu tentang pembuatan alat pertania, sejarah Museum Besalen Koripan serta benda yang dihasilkan."

"Setelah ke sini bisa lebih tahu di Kabupaten Klaten ada orang yang masih aktif membuat alat pertanian," ujarnya. ***

Halaman:

Tags

Terkini