Kepala Desa Kranggan, Gunawan Budi Utomo mengatakan cikal bakal pandai besi di wilayah Koripan berawal dari seorang ahli penempa keris bernama Empu Supo dan Empu Korip.
Saat itu, zaman Kerajaan Mataram Islam atau sejak abad ke-16.
"Jadi Koripan dulunya adalah tempat pembuatan keris dari Empu Supo dan Empu Korip, mendapat kepercayaan dari Kerajaan Mataram Islam."
"Dengan bergulirnya waktu, mereka membuat keris karena sudah tidak konsumtif lagi," ucap Gunawan Budi Utomo.
Wilayah Koripan meliputi 4 desa di 2 kecamatan, yakni Desa Kranggan dan Desa Keprabon di Kecamatan Polanharjo dan Desa Delanggu dan Desa Segaran di Kecamatan Delanggu.
Pada masa kejayannya, wilayah Koripan jadi salah satu sentra perajin keris hingga senjata bagi bangsawan dan prajurit.
Namun, seiiring berjalannya waktu, panda besi di wilayah Koripan beralih membuat berbagai peralatan pertanian.
Hingga kini, masih ada warga yang melestarikan keahlian sebagai penempa besi.
Khusus di wilayan Desa Kranggan, ada sekitar 122 pandai besi.
"Perkembangan jaman beralih ke pertanian, ini membuat pande besi alat pertanian."
"Koripan itu mencakup 4 desa, kalau di Desa Kranggan ada 120 perajin, ada yang perajin pisau dan alat pertanian," tutur Gunawan Budi Utomo.