wisata

Promosi Budaya 2025, Merawat Budaya untuk Masa Depan, Kunjungan di Situs Ciungwanara Karangkamulyan Ciamis

Kamis, 31 Juli 2025 | 19:21 WIB
Kepala Disbudpora Kabupaten Ciamis, Dr Dian Budiyana menyambut kehadiran rombongan Kementerian Kebudayaan (Portaloka.id/Bang Sufi)

CIAMIS, PORTALOKA.ID - Puluhan orang berkaos hitam bertuliskan, "Culture 2025 For Future" meramaikan Taman Budaya Karangkamulyan.

Wajah-wajah yang tentu baru. Mereka bukan selebritis tapi para pegawai Kementerian Kebudayaan sedang melakukan lawatan promosi budaya.

Hari ini Kamis, 31 Juli 2025, rombongan tersebut seharian menghabiskan waktu di Situs Ciungwanara Karangkamulyan. Mereka menikmati sajian seni budaya dan melakukan ziarah ke masa silam Kerajaan Galuh.

Mereka juga disuguhi makan khas Galuh yang menjadi ikon Kabupaten Ciamis, Jawa Barat yakni galendo dan aneka makanan jadul.

Baca Juga: Berawal Dari Proyek Mahasiswa, Kumora Cookies Melejit Jadi UMKM Sukses Berkat Rumah BUMN BRI Jakarta

Usai menikmati tarian dan tarawangsa, rombongan disambut ramah tamah oleh Kepala Dinas Disbudpora Kabupaten Ciamis, Dr Dian Budiyana dan jajarannya, Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis, Dr H Yat Rospia Brata, Sekdis Kominfo Hendri R dan para kasepuhan Galuh.

Usai pidato, ramah tamah kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama. Kemudian rombongan melanjutkan healing ke Situs Ciungwanara Karangkamulyan untuk mengenal beberapa batu-batu peninggalan Kerajaan Galuh.

Kepala Disbudpora Kabupaten Ciamis, Dr Dian Budiyana, mengatakan, secara arkeologis situs Kerajaan Galuh yang ada ini merupakan bagian penting dari peradaban masa lalu. Sejarah dimulai dari sini, beberapa batu yang ada menyimpan kisah panjang.

"Ini bukan ibu kota yang penuh hiruk pikuk. Di sini merupakan pusat spiritual Galuh, tercermin dari beberapa batu merupakan lambang peribadatan. Itulah sebabnya ada aura keheningan, karena peradaban spiritual dipusatkan di sini," ujar Dian membuka sambutan.

Baca Juga: Asal Usul Munding Ki Bowang, Seni Helaran Ciamis yang Berasal dari Cerita Rakyat, Sarat Makna Tentang Kepemimpinan

Dikatakan Dian, Situs Ciungwanara bernilai sejarah adiluhung, untuk itu perlu dijaga dan dirawat kelestariannya agar bisa dinikmati oleh anak cucu mendatang.

Kunjungan rombongan Kementerian Kebudayaan sangat relevan dengan tema Culture for Future.

"Kita harus berpikir ke depan, yakni bagaimana situs budaya Galuh tak sekadar menjadi kisah sejarah loka, tapi juga menjadi pedoman nilai-nilai kebangsaan. Karena sejak zaman dulu, Kerajaan Galuh selalu menjadi rujukan kerajaan di Nusantara, karena Galuh mengajarkan kedamaian tanpa peperangan," ujar Dian.***

Tags

Terkini