Baca Juga: 3 Museum di Ciamis yang Jarang Diketahui Orang, Menyimpan Pusaka hingga Fosil Hewan Purba
Ki Bowang merupakan orang yang sangat rajin dalam merawat desa. Dia juga mengayomi warganya, sehingga sehingga keadaan di desa menjadi aman, nyaman dan tentram.
Namun pada suatu hari desa yang semula tentram tiba- tiba terusik dan terjadi kegaduhan. Hal itu disebabkan munding atau kerbau yang biasa di sawah tiba-tiba mengamuk.
Warga pun tak ada yang berani menenangkannya. Hingga kabar soal munding yang mengamuk itu pun akhirnya sampai ke telinga Ki Bowang.
Mendapat kabar tersebut, Ki Bowang merasa bertanggung jawab untuk menjinakkan kerbau agar kondisi desa kembali tenang.
Baca Juga: Bikin Betah, 5 Spot Sunrise Terbaik di Jawa Barat dari Perbukitan Hijau hingga Pantai
Dengan kesaktian yang dimilikinya, Ki Bowang akhirnya berhasil menenangkan munding atau kerbau yang mengamuk tersebut.
Makna Kesenian Munding Ki Bowang
Hingga kini masyarakat di Ciamis, khususnya Dusun Banjarwaru masih melestarikan kesenian Munding Ki Bowang.
Kesenian yang berupa teatrikal ini mengandung makna sangat mendalam terkait kepemimpinan.
Makna dari kesenian ini yaitu bahwa terjaganya keamanan dan kenyamanan di suatu tatanan masyarakat bisa tercipta oleh jasa pemimpin yang peduli pada masyarakatnya.
Apalagi jika seluruh masyarakat ikut serta bergotong- royong dalam menjaga lingkungannya.
Kesenian khas Banjarwaru, Kawali ini kerap memeriahkan berbagai acara budaya bersama kesenian lainnya di Ciamis, seperti Bebegig Sukamantri, Mabokuy, dan lain lain.***