“(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 30).
Dalam Al-Qur’an, kata “khalifah” memiliki makna ‘pengganti’, ‘pemimpin’, ‘penguasa’, atau ‘pengelola alam semesta’.”
Baca Juga: Hujan Mulai Turun, Ini Doa saat Turun Hujan agar Banjir Tidak Datang
Hadirin yang dirahmati Allah,
Manusia dijadikan penghuni dunia untuk menguasai dan memakmurkannya. Dalam kaitan tersebut, manusia memiliki beban amanah dari Tuhan untuk memperlakukan alam dengan baik serta mencegahnya dari kerusakan sehingga tetap lestari.
Manusia mengemban amanah dan tugas memakmurkan bumi sebagai khalifah bukan tanpa sebab. Manusia diciptakan dengan anugerah yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya yaitu berupa akal pikiran dan potensi pengetahuan yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya. Pada Q.S. Al-Baqarah [2]: 31-32, Allah Swt menjelaskan bahwa Adam a.s. telah diberikan pengetahuan yang tidak dimiliki oleh selainnya dan bahkan para malaikat mengakuinya sebagai kelebihan Nabi Adam a.s. dan nantinya diteruskan pada bani Adam a.s. selaku keturunannya.
وَعَلَّمَ اٰدَمَ الْاَسْمَاۤءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلٰۤىِٕكَةِ فَقَالَ اَنْۢبِـُٔوْنِيْ بِاَسْمَاۤءِ هٰٓؤُلَاۤءِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ قَالُوْا سُبْحٰنَكَ لَا عِلْمَ لَنَآ اِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۗاِنَّكَ اَنْتَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ.
“Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda) seluruhnya, kemudian Dia memperlihatkannya kepada para malaikat, seraya berfirman, “Sebutkan kepada-Ku nama-nama (benda) ini jika kamu benar!” Mereka menjawab, “Maha Suci Engkau. Tidak ada pengetahuan bagi kami, selain yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
Baca Juga: Manajemen Risiko Efektif dan Prudent, Kualitas Kredit BRI Semakin Membaik dengan Pencadangan Kuat
Jemaah Jum’at hafizhakumullah,
Maka berdasarkan beberapa keterangan yang disarikan dari Al-Qur’an di atas, ada beberapa hal yang bisa disimpulkan dalam kaitannya dengan tema yang diangkat kali ini. Pertama, manusia merupakan makhluk yang secara biologis akan terus berkembangbiak sampai akhir masa, maka ia tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk menghidupi dirinya dengan layak namun juga mempersiapkan kehidupan yang baik bagi generasi selanjutnya.
Kedua, dalam kaitannya dengan sumber daya alam yang tersedia di muka bumi ini, manusia diberikan amanah sebagai khalifah dan bertugas untuk memakmurkannya dengan memanfaatkannya sebaik-baiknya serta jangan sampai merusaknya. Jika dihayati hubungan antara poin pertama dan kedua, maka salah satu indikator keberhasilan manusia dalam memahami statusnya sebagai makhluk biologis yang akan selalu beregenerasi serta khalifah yang bertugas memakmurkan bumi ialah dengan mampu menjaga sumber daya alam bagi generasi mendatang.
Sebagai catatan renungan terakhir, salah satu cara untuk menjadi manusia yang mampu menunaikan segala amanah dan tugasnya dengan optimal ialah dengan meniru teladan Nabi Muhammad. Dengan memahami bahwa segala bentuk aktivitasnya bisa menjadi role model bagi umat Islam diperoleh berasal dari bertubuhnya Al-Qur’an di dalam setiap lakunya. Maka memahami Al-Qur’an merupakan jalan paling dekat untuk menjadi manusia yang ideal. Sebagaimana dikatakan dalam hadis yang merekam jawaban Aisyah r.a.:
سُئِلَتْ عَائِشَةُ عَنْ خُلُقِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَتْ: كَانَ خُلُقُهُ القُرْآنَ
“Tatkala Aisyah r.a. ditanya tentang tabiat Rasulullah saw, ia menjawab: akhlak Nabi Muhammad saw ialah Al-Qur’an”.