"Pembeli banyak, tapi terkendala bahan baku."
"Panggangan sate ini biasanya diambil sama sales dari Ceper, Delanggu, Solo," katanya.
"Ada juga yang dijual sampai luar kota, Kebumen, Pekalongan, Jogja, Wonogiri," tambahnya.
Wiyanto menjelaskan, kalau dibandingan dengan hari biasa memang dagangannya meningkat.
Namun, kaau dibandingan dengan jelang Idul Adha tahun 2023 jumlah permintaan cendurung sama.
"Kalau permintaan cenderung hampir sama dengan tahun lalu."
"Sekarang itu pembuat panggangan sate semakin banyak. Yang dulunya membuat ceret sekarang beralih ke panggangan sate juga," jelasnya.
Wiyanto menyebut harga panggangan sate yang ia jual harganya tidak mengalami kenaikan.
"Gak naik, kalau naik banyak saingan. Yang penting bisa laku saja."
"Tidak lembur juga, yang penting cukup saja," ucapnya.
Dalam membuat panggangan sate, pria berusia 40 tahun itu dibantu oleh istrinya.
Wiyanto menjadi pengrajin panggangan sate sudah sejak 10 tahun yang lalu. ***