“Kalau sudah sembuh, tak suruh pulangkan. Dan tidak ada bahasa yang meninggal, itu tidak ada. Semua pasien tertangani dengan baik. Kalau ada berita meninggal, itu hoax,” jelas Subandi.
Baca Juga: Kisah Pilu Guru SDN 1 Bebesen Aceh saat Rumahnya Dilalap Api hingga Merembet ke Rumah Tetangga
Ponpes Bantah Sumber Keracunan dari Dapur Internal
Masih dari pernyataan yang sama, pihak Ponpes Manba'ul Hikam membantah tudingan lain bahwa kasus dugaan keracunan berasal dari dapur internal.
“Terkait berbagai informasi miring yang beredar di luar, khususnya kabar bohong mengenai adanya korban jiwa atau tuduhan bahwa sumber keracunan berasal dari dapur internal pondok, kami pastikan bahwa berita tersebut adalah hoax sepenuhnya,” tegas pihak ponpes.
Ponpes juga meminta agar wali santri dan masyarakat hanya tetap tenang, bijak menyikapi informasi, serta tidak meneruskan kabar yang belum jelas kebenarannya.
“Untuk pembaruan informasi yang akurat mengenai kondisi para santri, silakan merujuk langsung pada pengumuman resmi dari pihak pengasuh pondok pesantren,” tukasnya.
Baca Juga: DPR Dorong Pengangkatan PPPK Nakes jadi PNS Masuk Prioritas Anggaran Kemenkes
Kronologi Dugaan Keracunan MBG di Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo
Keracunan bermula saat para santri menyantap makan siang MBG pada Selasa, 1 September 2026 sekitar pukul 12.00 WIB.
Ada 1.010 porsi yang dibagikan untuk siswa Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Manba’ul Hikam.
Para santri kemudian mengeluhkan beberapa gejala seperti mual, pusing, muntah, diare, hingga sesak napas sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung melaporkan ke pihak pengurus ponpes.
MBG untuk Ponpes Manba’ul Hikam didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah.
Baca Juga: Militan Boxing Camp Ciamis Sukses Cetak Juara Meski di Tengah Keterbatasan
Menu MBG yang dibagikan kepada para santri terdiri atas nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, dan buah apel.